PKUMI Gelar Penandatanganan MoU dengan CECF dan Al-Basheer Seminary

Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal, Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan CECF Al-Basheer Seminary melakukan penandatanganan MoU, di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/11).

Share :
PKUMI Gelar Penandatanganan MoU dengan CECF dan Al-Basheer Seminary
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal, Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an dan CECF Al-Basheer Seminary melakukan penandatanganan MoU, di Ruang VIP Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/11).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA dengan President of Civilizations Exchange & Cooperation Foundation - CECF Imam Mohamad Bashar Arafat.

"Dengan kolaborasi dua instansi ini, PKUMI kedepannya akan lebih kuat. Dengan kerjasama ini kita (PKUMI) bisa tingkatkan representatif mengenai imam secara meluas," ujar KH Nasaruddin Umar, dalam sambutannya di Ruang VIP Al-Malik, Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/11).

"Misalnya saja ketika ada yang meninggal, dia sebenarnya membutuhkan imam. Imam sangat penting posisinya, jadi bukan hanya berbicara di depan mihrab saja, tapi juga terlibat dalam kegiatan sosial. Kita butuh terminologi Imam di Indonesia sebagaimana Imam yang ada di US dan Eropa," lanjut KH Nasaruddin Umar.

Menanggapi sambutan KH Nasaruddin Umar, Imam Bashar, juga berpesan agar terus fokus pada makna peran imam dalam Al-Qur'an. Sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 124,

وَإِذِ ٱبۡتَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِۦمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّۖ قَالَ إِنِّى جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًاۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِىۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِى ٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “Dan (juga) dari anak cucuku?” Allah berfirman, “(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zhalim.” (QS. Al-Baqarah [2]: 124)

"Dan juga kita perlu fokus pada konsep rahmatan lil 'alamin, bahwa Al-Qur'an juga diawali dengan alhamdulillahirrabbil'alamin, dan Nabi Muhammad SAW juga berperan sebagai Rasul yang membawa rahmatan lil alamin," lanjut Imam Bashar.

Dengan kerjasama ini, Imam Bashar juga menyampaikan rasa syukur. "Saya bersyukur kepada Allah SWT karena berada di sini dan berbagi pemikiran dengan para Imam yang lain."

Di sisi lain, terkait penandatanganan MoU ini, Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, menjabarkan bahwasannya acara ini sangat monumental dan penting bagi mahasiswa yang mengikuti pendidikan di PKUMI, karena dengan kerjasama ini, nantinya mahasiswa PKUMI dapat berkesempatan menjalani short course di dua negara, yaitu USA dan Mesir.

"Rencananya, insyaAllah pada semester berikut, mahasiswa-mahasiswi PKUMI yang melakukan short course di dua negara tersebut (USA dan Mesir) kita bagi dua, program magister akan ke Amerika selama 3 bulan, dan program doktor akan berada di sana selama 6 bulan," papar Prof. Thib.

Adapun tujuan diselenggarakannya short course tersebut ialah agar mahasiswa dapat melakukan kajian-kajian lebih mendalam dengan (menggunakan) berbagai referensi dari berbagai perpustakaan di kedua negara tersebut.

"Kemudian tujuan yang kedua, untuk memberikan wawasan yang luas kepada mereka (mahasiswa PKUMI) mengenai keharmonisan dalam masyarakat dan pengetahuan moderasi juga akan diberikan kepada mereka sehingga kelak ketika mereka keluar dari sini, menjadi ulama yang sangat moderat, menghargai kebhinekaan, menghargai orang lain seperti prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam Al-Qur`an," jelas Prof. Thib. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: