Pertemuan Duta Besar di Masjid Istiqlal

Badan Pengelola Masjid Istiqlal menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Kedutaan membahas tema "Strengthening Global Peace and Partnership Ambassadors Gathering", di Ruang VIP Al-Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/11).

Share :
Pertemuan Duta Besar di Masjid Istiqlal
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Badan Pengelola Masjid Istiqlal menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Kedutaan membahas tema "Strengthening Global Peace and Partnership Ambassadors Gathering", di Ruang VIP Al-Malik Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/11).

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dan juga President of Civilizations Exchange & Cooperation Foundation - CECF Imam Mohamad Bashar Arafat.

Selain itu, kegiatan ini juga turut dihadiri 11 anggota kedutaan, di antaranya Duta Besar Netherlands Sophie Van Huut, Duta Besar Iraq Ammar Hameed Saadallah Al-Khalidy, Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket, Duta Besar Rumania Dan-Adrian Balanescu, Duta Besar New Zealand Kevin Burnett, Duta Besar Egypt Ashraf Sultan, Duta Besar Pakistan Muhammad Hasan, Duta Besar Germany Laura Engel, Duta Besar Ukraina Vasly Hamianin, Duta Besar Morocco Ouadia Benabdellah, dan Duta Besar Inggris Nick Faulkner.

Diketahui, pertemuan ini ditujukan untuk mempromosikan visi-misi Istiqlal di tahun yang berjalan pada tahun ini dan tahun kedepan. "Diharapkan tahun-tahun kedepan isu tentang partnership dan isu lainnya bisa ditingkatkan di dalam visi misi kegiatan Masjid Istiqlal," Kasubbid untuk masyarakat khusus dan pemberdayaan perempuan Rosita Tandos, PhD, dalam keterangannya, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (23/11).

Diselenggarakan dengan konsep berdiskusi, pada kegiatan ini masing-masing pihak kedutaan mendapat kesempatan untuk menyampaikan pandangannya terkait toleransi.

"Toleransi, dari sharing yang dipaparkan duta besar dan representasi kedutaan, bahwa toleransi itu harus dilakukan oleh berbagai pihak, baik ketika muslim sebagai minoritas maupun mayoritas sebagaimana di Indonesia, dan itu sangat penting sehingga mereka perlu saling mempelajari, mengenal dan memahami satu sama lain."

Mempelajari toleransi, menurut Rosita melalui hasil perbincangan bersama Duta Besar, bisa dilakukan dari berbagai macam organisasi, termasuk seperti rumah ibadah seperti Istiqlal. "Kedepannya, pihak kedutaan-kedutaan tersebut membuka peluang untuk bekerjasama. Misalnya dalam konteks interfaith dialog, women emporement, dan lain sebagainya." tutupnya. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: