Peran Masjid dalam Mensejahterakan Umat

Kita harus terus berusaha meningkatkan kualitas jamaah dan umat kita melalui masjid, dan masjid sebagai pusat daripada kehidupan umat Islam yang harus terus mengembangkan beragam inovasi baru di dalam berbagai kehidupan.

Share :
Peran Masjid dalam Mensejahterakan Umat
Artikel

Oleh: Dr. KH. Zakky Mubarak, MA


Jakarta, www.istiqlal.or.id - Memasuki abad baru, setiap umat manusia harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas kemampuannya, dalam hal ini peran masjid sangat besar guna meningkatkan kualitas jamaah dan umat, sekaligus mengarahkan mereka menjadi suatu bangsa yang unggul.

Dalam pernyataan ini, maka sebagai orang-orang yang dibimbing sejak masa kecil kita untuk meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang, dalam bidang ilmiah, kehidupan, kemasyarakatan, sosial, ekonomi, dan lain sebagainya.

Dalam masyarakat kita yang semakin berkembang ini, ada di antara kita yang terkena mental shock, yaitu orang-orang yang kaget dengan kehidupan begitu mudah berkembang, lalu banyak sekali saudara kita yang mengutamakan materi dibanding rohani.

Padahal Rasulullah SAW menjelaskan bahwasanya, "Bukanlah suatu yang hebat itu karena banyaknya harta dan kekuasaan. Sesungguhnya kekayaan itu adalah kekayaan jiwa."

Dari situ makanya kita harus menemukan cara untuk mengantarkan umat kita pada kesiapan mental, terutama yang mendesak yaitu meningkatkan kemampuan jamaah kita dalam kehidupan ekonomi.

Dari Fadhalah bin Ubaid Radhiallahu Anhu, sesungguhnya ia telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya berbahagialah manusia muslim yang rizkinya cukup dan ia merasa cukup dengan apa yang ada sebagai karunia Allah subhanahu wata'ala."

Cukup tersebut memiliki makna yang luas, oleh karenanya saat kita menanyakan bagaimana cara mengantarkan kecukupan itu? Maka kita jumpai ketika ada seorang sahabat yang terus meminta kepada Nabi sampai tiga kali, kemudian keempat kalinya Nabi memperingatkan, orang-orang yang meminta belas kasihan dari sesamanya, maka akan dibangkitkan dengan wajah yang seperti tengkorak karena tidak punya malu. 

"Barangsiapa yang meminta-minta pada seseorang untuk memperbanyak kekayaannya, maka sesungguhnya ia meminta bara api. Maka terserahlah kepadanya, apakah seseorang memperbanyak bara api itu atau menghilangkannya" (HR. Muslim, No: 1041)

Oleh karena itulah, dalam pernyataan tersebut, diketahui bahwasanya kita harus terus berusaha, kepada generasi baru kita untuk bangkit dalam hal kehidupan ini, termasuk dalam hal kita harus mencintai Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya.

Ketika ada seorang anak muda, dan dia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Kapan hari kiamat ya Rasulullah?" pertanyaan yang tiada diketahui jawabannya, melainkan hanya Allah subhanahu wata’ala yang Maha Mengetahui.

Dari pertanyaan yang diajukan tersebut, Rasulullah SAW bertanya, "Apa yang sudah Anda siapkan untuk akhirat itu?" Orang tadi kemudian menundukkan kepala, dan mengatakan, "Bahwa kami tidak mempersiapkan dengan sebanyak-banyak ibadah atau memperbanyak sedekah, akan tapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya," Lalu Rasulullah menjawab, "Kamu akan dibersamakan oleh orang yang kamu cintai."

Jadi dengan modal kita mencintai Allah subhanahu wata'ala dan Rasul-Nya, maka kita akan digolongkan bersama orang yang bertakwa, bersama Nabi dan Rasul, dari situ kita akan mendapati keridaan Allah SWT. Karena setiap orang yang mencintai sesuatu, dia akan menjadi hambanya.

Maka disaat kita mencintai Allah dan Rasul-Nya, kita akan menaati Allah dan Rasul-Nya. Setiap orang yang mencintai, pasti dia akan menaati perintahnya dan menjauhi larangannya.

Dari kenyataan tersebutlah, kita harus terus berusaha meningkatkan kualitas jamaah dan umat kita melalui masjid, dan masjid sebagai pusat daripada kehidupan umat Islam yang harus terus mengembangkan beragam inovasi baru di dalam berbagai kehidupan, di antaranya bidang sosial, ekonomi, politik, peradaban dan kebudayaan.

Semoga kita semua bisa membimbing generasi baru kita menuju kehidupan yang lebih sukses dan bahagia di masa depan. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Related Posts: