Choose Your Color

info@istiqlal.or.id +6281229119652

Imam Besar Masjid Istiqlal dan Institut PTIQ Jakarta Tandatangani MoU Program Pengkaderan Ulama

Imam Besar Masjid Istiqlal dan Institut PTIQ Jakarta Tandatangani MoU Program Pengkaderan Ulama

Imam Besar Masjid Istiqlal dan Institut PTIQ Jakarta Tandatangani MoU Program Pengkaderan Ulama

Jakartaistiqlal.or.id - Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K. H. Nasaruddin Umar, M.A., menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Direktur Program Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur'an (PTIQ), Jakarta, Prof. Dr. Darwis Hude, tentang Program Kaderasasi Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI).

Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa tokoh yang turut hadir, diantaranya Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA., dan Direktur PKU-MI, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya.

Seperti yang dilansir dari siaran pers Institut PTIQ, dalam sambutannya, KH Nasaruddin Umar  mengatakan, nantinya mahasiswa PKU-MI akan belajar di dua tempat, yakni Masjid Istiqlal dan PTIQ Jakarta. Dengan begitu, diharapkan mahasiswa PKU-MI bisa mendapat ijazah resmi seperti mahasiswa lulusan Starta-2. 

"Dengan menjalani pendidikan di dua tempat, selain mendapatkan ilmu yang diperlukan, (nantinya mahasiswa) juga akan mendapatkan ijazah resmi seperti mahasiswa lulusam Strata 2 pada umumnya," papar KH Nasaruddin Umar, pada kegiatan penandatanganan MoU program PKU-MI, di PTIQ Jakarta, Selasa, (23/2/2021).


Untuk diketahui bersama, bahwa program PKU-MI ini merupakan pengembangan dari Program Majelis Mudzakarah yang dibuat oleh Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI). "Saat ini Majelis Mudzakarah Masjid Istiqlal tengah mengembangkan dua program yaitu Program Pendidikan Kader Ulama (PKU-MI) Reguler dan Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUP-MI)." 

KH Nasaruddin Umar menerangkan, bahwasannya visi PKU-MI, ialah untuk mencetak ulama yang siap untuk berkontribusi bagi umat, dan kerjasama dengan Institut PTIQ Jakarta, dianggap sebagai salah satu langkah strategis, dalam rangka mencapai visi tersebut. 

Adapun mengenai program Kader Ulama Perempuan (PKUP-MI), KH. Nasaruddin Umar mengatakan bahwa pada kelas dan PKUP-MI, nantinya tetap akan ada keseimbangan antara kuota pelajar laki-laki dan perempuan. 

"Karena yang menjadi penekanan di sini (PKUP-MI) adalah perspektif gendernya. Ahli gender itu tidak harus perempuan. Dengan demikian, 10 persen kuota akan diberikan untuk laki-laki. Begitupun di PKU reguler, dikatakan bahwa di sana tidak harus laki-laki semua, perlu juga ada perempuannya," terang KH Nasaruddin Umar.

Menyambut kerjasama antara BPMI dan Institut PTIQ Jakarta, Direktur Program Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. Darwis Hude, berharap bahwa kerjasama ini akan semakin mempererat hubungan antara Masjid Istiqlal dan Institut PTIQ Jakarta, dan dapat bekerjasama dalam upaya mencetak ulama yang dapat menjadi solusi umat di hari yang akan datang.

Mendukung pernyataan Prof. Darwis, Direktur PKU-MI, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA., mengatakan  bahwa alasan peserta PKU-MI bisa menjadi solusi bagi umat untuk menyelesaikan persoalan di masa yang akan datang, ialah karena pada setiap mata kuliah PKU-MI ini, akan diampu oleh dosen yang ahli dibidangnya, di mana mereka berasal dari ragam negara, seperti Indonesia dan Mancanegara. 

Selanjutnya, Dirjen Bimas Islam dan dosen PKU-MI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, MA., juga menyampaikan bahwasannya program PKU-MI merupakan wujud kerjasama antara Masjid Istiqlal dan Institut PTIQ, yang bisa menjadi langkah tepat untuk menjawab keperluan dan tantangan umat kedepan.

"(Bahwasannya) ada dua syarat tempat terbaik untuk belajar Islam. Pertama, adanya professor atau tenaga pengajar yang mempunyai otoritas keilmuan, dan kedua, adanya perpustakaan (digital) yang lengkap," papar Prof. Kamaruddin Amin.

"Selain itu, mahasiswa PKU-MI juga perlu mengetahui dan engage dengan isu-isu besar, yang tengah menjadi perhatian masyarakat, seperti filantropi Islam dan ketahanan keluarga,(oleh karenanya tepat untuk mengikuti PKU-MI)," jelas Prof. Kamaruddin Amin.


Pewarta: Nurul Fajriyah

Editor: Nur Khayyin Muhdlor

Bagikan :

Newsletter

Subscribe to our mailing list