Nabi Besar Muhammad SAW Pembawa Risalah Kepada Seluruh Alam

Salah satu prinsip akidah seorang muslim ialah iman dan yakin bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Utusan Allah. Keyakinan tersebut harus dinyatakan dalam ikrar dua kalimat syahadat.

Share :
Nabi Besar Muhammad SAW Pembawa Risalah Kepada Seluruh Alam
Artikel

Oleh: Prof. Dr. KH. Miftah Faridl

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Salah satu prinsip akidah seorang muslim ialah iman dan yakin bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Utusan Allah. Keyakinan tersebut harus dinyatakan dalam ikrar dua kalimat syahadat. 

Apabila seseorang telah terlanjur memilih agama di luar Islam dan ingin masuk Islam, maka ia diwajibkan untuk membaca dua kalimat syahadat, yaitu sebuah kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan kesaksian bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. 

Bagi umat Islam sendiri, pernyataan dua kalimat syahadat itu diulang-ulang ketika adzan, iqamah, bahkan ketika shalat sebagai bagian dari doa Tasyahud Awal dan Tasyahud Akhir. Di masyarakat kita malah ada kebiasaan ketika seseorang berjanji menduduki sebuah jabatan diawali dengan membaca dua kalimat syahadat, ketika seseorang akan menikah, calon pengantin pria sebelum beraqad ia membaca dua kalimat syahadat, ketika seorang khatib menyampaikan khutbah juga biasa dilengkapi dengan membaca dua kalimat syahadat.

Allah subhanahu wata'ala menyatakan dalam Al-Qur'an bahwa setiap umat itu ada Rasulnya, Likulli Ummatin Rasul; bagi setiap umat ada Rasulnya. Jumlah Nabi dan Rasul itu banyak dan yang dinyatakan secara eksplisit dalam Al-Qur’an, dan disepakati oleh ulama sebanyak 25 orang. Para Nabi dan Rasul itu diutus untuk umat pada zamannya.

Sejarah para Nabi dalam Al-Qur’an dinyatakan dengan jelas, bahwa ajaran semua Nabi itu sama, yaitu tauhidullah (mengesakan) Allah, menyembah hanya kepada Allah, serta patuh melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah.

Berbeda dari Nabi-nabi sebelumnya yang diutus hanya untuk kaumnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diutus oleh Allah subhanahu wata'ala untuk semua manusia. Beliau diutus oleh Allah untuk melanjutkan perjuangan para Nabi/Rasul sebelumnya, menyempurnakan, melengkapi dan dalam batas-batas tertentu mengoreksi ajaran-ajaran para Nabi yang telah diubah atau disalahartikan oleh para pengikutnya. 

Beliau diutus untuk seluruh umat manusia. Inni Rasulun Ilaikum Jami’an. Kepada umatnya beliau pun menyampaikan agar Islam yang dibawanya itu disampaikan kepada seluruh umat manusia. 

Beliau berpesan: Mereka yang hadir (yang mendengar ajaran) hendaklah menyampaikan ajaran Islam kepada yang tidak hadir. Mereka yang mengetahui apa yang disampaikan Rasulullah secara langsung, mereka pun punya kewajiban untuk menyampaikannya kepada masyarakat di mana pun mereka berada. Setiap muslim wajib mempelajari, mendalami ajaran Islam, wajib mengamalkan/melaksanakan ajaran Islam juga wajib menyebarluaskan Islam, di manapun mereka berada. 

Bahkan dalam Al-Quran disebutkan, "Pada saat suasana masyarakat dalam keadaan bagaimanapun atau berhadapan dalam suasana apa pun, tetap harus ada sekelompok muslim yang menekuni Islam dan mendalami Islam dan kemudian menyampaikan pesan-pesan Islam itu kepada masyarakat luas" (QS. At-Taubah/9: 122).

Prinsip lain yang diajarkan oleh Al-Qur'an mengenai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ialah, bahwasanya kita wajib yakin bahwa beliau adalah Nabi dan Rasul Allah yang terakhir, khatamun nabiyyin, penutup semua Nabi dan Rasul. Seorang muslim tidak boleh mempunyai kepercayaan atau keyakinan ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Oleh karena itulah Rabithah Al-‘Alam Al-Islamiy di Makkah, umpamanya, memfatwakan bahwa siapa saja, pribadi atau organisasi atau jamaah organisasi yang mempunyai kepercayaan ada lagi Nabi setelah Nabi Muhammad, mereka tidak diperkenankan menginjakkan kaki di tanah haram.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan, bahwa ke-Nabian telah berakhir; tidak ada lagi Nabi setelah beliau. Tapi dalam setiap periode kehidupan, pada setiap putaran abad akan ada orang yang memiliki kemampuan melakukan pembaharuan pemikiran tentang Islam untuk kemajuan Islam atau biasa disebut Mujaddid bukan Nabi.

Al Quran juga menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu mempunyai akhlak yang mulia, akhlak yang baik. beliau sendiri menyatakan "Saya diutus untuk menyempurnakan akhlak."