MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Uang untuk Pemulihan Ekonomi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan Gerakan Wakaf Uang demi menggerakan Dakwah dan Penguatan Ekonomi. Selasa, (14/9/2021).

Share :
MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Uang untuk Pemulihan Ekonomi
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI) meluncurkan Gerakan Wakaf Uang demi menggerakan Dakwah dan Penguatan Ekonomi. Selasa, (14/9/2021).

Dilansir pada laman mui.or.id, Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar, mengatakan, bahwasanya wakaf memiliki potensi besar untuk memajukan kesejahteraan sosial di Indonesia. "Pada dasarnya, fisik uang akan sirna, tetapi manfaat dari uang yang diwakafkan tersebut akan abadi dirasakan oleh umat," ujar KH Miftach saat sambutan membuka Gerakan Wakaf Uang.

Berdasarkan banyak contoh amaliah wakaf yang sudah ditunjukkan para sahabat di masa Rasulullah SAW, KH Miftach menuturkan, keberhasilan gerakan wakaf membutuhkan kontribusi serta dukungan penuh dari masyarakat. "(Jadi) tidak hanya bertumpu pada kuasa pemerintah, karena wakaf merupakan gerakan untuk mencapai kesejahteraan bersama," paparnya.

KH Miftach juga memberikan contoh aset wakaf yang cukup penting seperti masjid, pesantren dan madrasah. Dia berharap, dengan adanya gerakan wakaf ini bersama BWI, menjadi bukti konkrit pengabdian kepada masyarakat atas hadirnya penyuluhan mengenai wakaf.

Disisi lain, Ketua Umum BWI Prof. Dr. Mohammad Nuh memberikan apresiasi dan pengahargaan setinggi-tingginya kepada MUI atas ikhtiarnya mengajak umat untuk berwakaf.

Terkait wakaf, Mohammad Nuh mengingatkan bahwa hal itu merupakan investasi yang semestinya dilakukan dari sekarang. Selain itu, persoalan potensi wakaf tidak lagi menjadi bahan perbincangan, karna hal itu telah diketahui bersama memiliki potensi yang sangat besar.

"Gak usah bicara lagi soal potensi, karna itu memang sangat besar. Wakaf untuk kesejahteraan, meningkatkan kualitas dakwah, dan untuk kemartabatan. Menjaga marwah dan martabat umat ini," tutur Mohammad Nuh.

Ketua Lembaga Wakaf MUI (LW-MUI) Dr H Lukmanul Hakim, menyampaikan skema wakaf adalah salah satu langkah mencegah ketika terjadi krisis ekonomi atau kesenjangan ekonomi. "Wakaf aset di Indonesia sekitar 200 T, sedangkan wakaf uang sekitar 188 T," katanya.

Di samping itu, Lukmanul Hakim juga mengatakan bahwasanya skema wakaf ini adalah salah satu solusi dalam menyelesaikan dan mengatasi dampak pandemi Covid-19.

"Lembaga wakaf juga mempunyai kewajiban harus bisa mengelola dan memproduktifkan dana wakaf. Sebab dana tersebut tidak boleh kurang nilainya apalagi berkurang nominalnya," pungkasnya. (FAJR/https://mui.or.id/berita/31586/mui-luncurkan-gerakan-wakaf-uang-untuk-pemulihan-ekonomi/)

Tags :

Related Posts: