Choose Your Color

info@istiqlal.or.id +6281229119652

Milad ke-43, Istiqlal Luncurkan 42 Program New Istiqlal

Milad ke-43, Istiqlal Luncurkan 42 Program New Istiqlal

Milad ke-43, Istiqlal Luncurkan 42 Program New Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id-Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menyelenggarakan perayaan Milad Istiqlal ke-43, bertempat di Lantai Utama Masjid Istiqlal, pada Senin, (22/22021), dengan mengusung tema "New Istiqlal, Memberdayakan Umat untuk Kemajuan Bangsa".

Meski perayaan Milad Istiqlal ke-43 ini dilangsungkan dalam kondisi dan suasana prihatin adanya pandemi Covid-19, BPMI mengemasnya dengan suasana yang istimewa dengan meluncurkan wajah baru Masjid Istiqlal "New Istiqlal" yang sudah direnovasi, baik dari aspek fisik-bangunan maupun dari aspek inovasi pengembangan program.


Dapat kita ketahui, bahwa acara malam puncak Milad Masjid Istiqlal ke-43 ini, dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin secara daring. Dalam amanatnya, KH Ma'ruf Amin menyampaikan ucapan selamat atas Milad Masjid Istiqlal ke-43. Beliau berharap, semoga Masjid Istiqlal bisa menjadi pedoman yang baik bagi masjid lainnya di tanah air, dalam merawat persatuan dan perdamaian di Indonesia.

"Saya berharap, peran dan kontribusi masjid Istiqlal sebagai masjid negara, (bisa)  memberikan contoh dan teladan bagi masjid lainnya," ujar KH Ma'ruf Amin, dalam amanatnya secara daring di acara puncak Milad Masjid Istiqlal, di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (22/2/2021).

KH Ma'ruf Amin juga mengatakan, terdapat keterangan dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Center Fort International and Regional Studies Downtown University school of raid Service di Qatar, yang berjudul "the masjid yesterday and today" oleh guru besar pemikiran dan kebudayaan Islam, Zakaria Muhamad Abdul Hadi, menguraikan bahwa dalam sejarahnya yang panjang, masjid senantiasa berada di jantung komunitas, berperan dalam aktivitas keseharian, dan aktivitas untuk membangun pemikiran dan budaya masyarakat.

Dari hal itu, dapat kita ketahui, bahwa sejatinya, fungsi dan peran masjid membentang jauh dari zaman Rasulullah SAW, sampai peradaban modern. "Bahwa peradaban umat Islam yang dibangun mulai dari masjid berkembang, dan (sampai pada) mewarnai kehidupan serta budaya masyarakat, yang selanjutnya telah membawa kemajuan peradaban kedudukan umat Islam."

"(Bahwasannya fungsi masjid) tidak saja sebagai institusi spiritual, tapi juga lebih daripada itu, masjid juga merupakan institusi pendidikan, sosial, pemerintahan, dan bahkan administrasi publik," terang KH Ma'ruf Amin.

Berlanjut ke rangkaian lain, dengan program New Istiqlal, KH Ma'ruf Amin berharap bahwa setiap jajaran BPMI bisa selalu berkomitmen dalam menjalankan segala kegiatan dan program keagamaan dakwah, serta tetap teguh dalam menjalankan tujuannya untuk menjadikan Masjid Istiqlal, sebagai tempat untuk memberdayakan umat demi kemajuan bangsa Indonesia.

Serupa dengan Wapres, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P. mengatakan, bahwasanya Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, terdapat kurang lebih satu juta masjid atau mushola, dimana dengan hal ini menandakan bahwa masjid memiliki potensi besar dalam membangun karakter bangsa serta umat yang rahmatan lil alamin.

"Namun, saat ini, kita melihat masjid hanya digunakan untuk ibadah maghdah saja. Seperti salat, dan mengaji. Namun, padahal sejatinya, masjid merupakan tempat yang tepat untuk dijadikan pusat peribadatan sekaligus pemberdayaan umat," ujar Prof Muhajir.

Merujuk pada Peraturan Presiden No. 64 tahun 2019 tentang pengelolaan Masjid Istiqlal, diketahui setidaknya ada empat bidang yang harus dikembangkan, dengan beragam kegiatan strategis. Diantaranya, bidang Penyelenggaraan Peribadatan dan Dakwah, bidang Pendidikan dan Pelatihan, bidang Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, dan bidang Riayah atau Keamanan dan Pemeliharaan Masjid. "Dan keempat bidang ini tentu berfungsi untuk merevitalisasi pengembangan masjid dalam peran sebagai basis pemberdayaan umat."

"Akhirnya, dengan terlahir kembali Masjid Istiqlal, dengan tagline 'The New Istiqlal' diharapkan peran yang direncanakan, bisa direalisasikan dan Istiqlal, masjid kebanggaan kita dan simbol kejayaan umat islam ini, akan bisa menjadi peranan menuju Indonesia maju, makmur dibawah rida Allah SWT," harap Prof Muhajir.

Merespon keterangan  harapan KH Ma'ruf Amin dan Prof. Muhajir, KH Nasaruddin Umar menyampaikan, bahwa setiap harapan baik tentang Masjid Istiqlal itu, sudah dikemas dalam wujud ikhtiar adanya 42 program New Istiqlal yang juga sudah diresmikan oleh Wapres KH Ma'ruf Amin, diantaranya sebagai berikut.

Rabithah A’immatil Masajid al-’Alami, Istiqlal Mosque Youth Association (ARMI), Istiqlal Martial Art (IMA), Istiqlal Muallaf Global Network (IMGN), Istiqlal Marching Band (IMB), Istiqlal Islamic Group Band (IIGB), Majelis Taklim Remaja Istiqlal (MTRI), Istiqlal Islamic Studies (ISS), Istiqlal “World Faith Day”, Istiqlal Indonesia Halal Center (IIHC), Istiqlal Religious Leaders Summit (IRLS), Istiqlal Sport /Gym Center (ISC), Istiqlal e-Library, Istiqlal Publishing, Majelis Mudzakarah Istiqlal, Pendidikan Pasca Tahfidz, Pendidikan Kader Ulama/Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUMI/PKUPMI), Majelis Taklim Istiqlal (MTI), Istiqlal Research Center (IRC), Istiqlal Green Building (IGB), Wakaf Energi Istiqlal (WEI), Istiqlal Business Center (IBC), E-Istiqlal, Istiqlal Medical center (IMC), Istiqlal Religiuos Tourism (IRT), Istiqlal Global Philantrophy (IGP), Istiqlal Family Resilience (IFR), Istiqlal Endowment Day (IED), Istiqlal Preneurship & Economic Empowerment (IPEW), Istiqlal Disater Management Center (IDCM), Istiqlal Women Empowerment and Child Protection (ICWECP), Istiqlal Interfaith Dialogue and Global Partnership (IIDGP), Istiqlal Millenials and Youth Engagement (IMYE), Istiqlal Care & Charity Day (ICCD), Istiqlal Peace & Global Network (IPGN), Voice of Istiqlal (VOI), Istiqlal Difabled Group Empowerment (IDGE), Istiqlal Association of Woman Ulama of Indonesia, Istiqlal Forum of Mosque and Global Partnership, Masjid Istiqlal TV, Istiqlal Football Club, (IFC) dan Istiqlal Badminton Club (IBC).

Untuk merealisaskian Program The New Istiqlal, KH Nasaruddin Umar mengatakan bahwa BPMI melakukan strategi dengan membangun dan memperkuat visi Masjid Istiqlal sebagai e-mousque (smart & green mousque), yang berorientasi pada pengembangan program skala nasional dan internasional, memperkuat kerjasama dengan berbagai lembaga: kementerian/lembaga, BUMN, BUMD, pihak swasta, lembaga-lembaga sosial keagamaan, media dan stakeholders lainnya, memperkuat kerjasama dan jejaring dengan masjid-masjid seluruh Indonesia (provinsi / kabupaten) dan masjid-masjid negara di berbagai belahan dunia.

"New Istiqlal juga memperkuat sistem dengan platform digital pada aspek pelayanan, sistem administarsi dan sistem manajemen program sebagai sumber informasi, interaksi dan transaksi untuk membantu semua stakeholders menjadi mudah, cepat, otomatis, lebih taransparan dan akuntabel," ujar KH Nasaruddin Umar.

Dapat diketahui bersama, bahwa meski saat ini Masjid Istiqlal belum dibuka secara umum bagi jamaah, namun minat masyarakat luas dalam menyaksikan acara Milad Istiqlal sangat tinggi, terbukti pada banyaknya kehadiran peserta yang mengikuti kegiatan secara live melalui saluran YouTube Masjid Istiqlal TV , yaitu sebanyak kurang lebih seribu penonton, dan diliput oleh Ajwa TV, serta media cetak dan media online lainnya.

Hadir pada kegiatan puncak secara fisik sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat diantaranya Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dr. H. Zainudin Amali, S.E., M.Si, dan Plh. Kedutaan Besar Amerika Serikat, Heather Variava, dan Dirut Politama, Didik Susilo.

Selain itu, hadir juga secara virtual, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si.

Kemudian, pada hari Milad Istiqlal ke-43, Istiqlal bertaburan ucapan selamat dari pejabat kementerian, tokoh masyarakat dan mitra Masjid istiqlal yang tidak sempat hadir.

Berikutnya, ucapan selamat dan doa juga datang dari Menteri Riset dan Teknologi Indonesia / Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Indonesia  (Ristek/Brin), Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D., dalam harapannya dia berkata semoga Masjid Istiqlal bisa senantiasa berperan sebagai pusat peradaban Islam yang memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa, khususnya teknologi yang bermanfaat bagi pemberdayaan umat, dan teknologi yang bermanfaat bagi perkembangan ekonomi bagi kehidupan sosial.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR), Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. juga menyampaikan selamat dan merasa bersyukur bahwa Kementerian PUPR telah diperkenankan untuk berkontribusi dalam merenovasi Masjid Istiqlal.

"Kedepan, saya juga sangat mendukung visi dari pengurus Masjid Istiqlal menjadi The New Istiqlal, yang tidak hanya menjadikan Istiqlal sebagai pusat peribadatan, tapi juga menjadi pusat kegiatan sosial lainnya, yang sangat bermanfaat bagi syiar agama kita, agama Islam. Kedepan, semoga Masjid Istiqlal selalu membawa syiar yang meneduhkan bagi kita umat Islam, dan juga umat agama lainnya," ucap Basoeki.

Serupa dengan Menteri Ristek/Brin, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., juga menyampaikan rasa sukacitanya atas Milad Masjid Istiqlal ke-43, beliau berharap, semoga Masjid Istiqlal bisa menjadi pusat peradaban Islam di Indonesia dan dunia."

Kemudian, dalam sambutannya, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, S.E., M.Sc., Ph.D, juga menyampaikan selamat atas selesainya renovasi Masjid Istiqlal yang menghabiskan biaya anggaran pendapatan belanja sebesar Rp511 Miliar, dan anggaran untuk menunjang kegiatan di Istiqlal sebanyak Rp15 Miliar di tahun 2021 ini, beliau berharap bahwa sumbangan APBN dalam renovasi dan memunculkan Masjid Istiqlal sebagai sebuah masjid dengan paradigma baru, akan benar-benar bisa dimanfaatkan oleh seluruh umat dan jamaah.

"Seperti disampaikan, diharapkan Masjid Istiqlal akan menjadi pusat peradaban umat, dan juga bisa menjadi pusat peradaban. Juga kegiatan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Saya sangat senang, karena KH Nasaruddin Umar menyampaikan akan ada program baru, terutama pada program Pendidikan Kader ulama Perempuan, dan mendidik para perempuan, dan anak. Ini adalah salah satu inovasi dan pemihakkan yang sangat membesarkan hati."

Menteri Sri Mulyani juga berharap, semoga Istiqlal bisa bermanfaat bagi seluruh umat manusia, dan  bisa meningkatkan peradaban yang menciptakan Islam sebagai rahmatan lil alamin.

Selanjutnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si, menyampaikan selamat dan harapan bagi Masjid Istiqlal, semoga dengan visi New Istiqlal, Masjid Istiqlal bisa terus melakukan upaya strategis sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat peradaban Islam, serta turut serta dalam menyuarakan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui pendidikan Islam secara formal dan informal, kegiatan keagamaan, dan kegiatan kemasyarakatan.

Disisi lain, Menteri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Drs. Teten Masduki juga menyampaikan bahwa Istiqlal memiliki nilai mendalam sebagai wujud manivestasi dari simbol kerukunan, persatuan, dan toleransi umat beragama di Indonesia. Saat ini Masjid Istiqlal tidak hanya menjadi pusat ibadah bagi umat muslim, tapi juga sebagai pusat pendidikan dan pengembangan perekonomian umat serta peradaban Indonesia. "Semoga bisa menjadi momentum persatuan, kerukunan, dan kebangkitan ekonomi umat di Indonesia."

Tidak terlewati, Gubernur DKI Jakarta, H. Anies Rasyid Baswedan, S.E., M.P.P., Ph.D., juga menyampaikan sukadukanya atas Milad Istiqlal, beliau berkata bahwa Masjid Istiqlal merupakan masjid kebanggaan bagi bangsa Indonesia, di mana namanya menggambarkan ikhtiar perjuangan yang dilakukan lintas generasi dalam memperjuangan kemerdekaan. "Semoga Masjid Istiqlal, bisa terus menjadi simpul pemersatu bagi umat, menjadi sebuah tempat yang bukan hanya membanggakan, melainkan juga tempat di mana seluruh unsur umat Islam dan bangsa Indonesia, merasakan adanya kebersamaan, persatuan," ucap Gubernur Anies.

"Kita juga berharap, pengelolaan Masjid Istiqlal bisa terus maju dan berkembang, sehingga tempat ini benar-benar menjadi tempat rujukan, bukan hanya bagi bangsa Indonesia, tapi juga menjadi salah satu ikon bangsa Indonesia di kacamata dunia," lanjut Gubernur Anies.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, dalam mewakili sambutan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, juga menyampaikan berdasarkan Peraturan Presiden No 64 tahun 2019, yang menjadikan Masjid Istiqlal bukan hanya sebagai tempat mempererat relasi dengan Allah, melainkan juga mempererat relasi sesama manusia. Dengan membawa tema The New Istiqlal, Memberdayakan Umat untuk Kemajuan Bangsa, hal ini menjadi jalan yang ditempuh untuk sampai pada tujuan yang telah dirumuskan.

"Realisasinya bisa dibentuk dalam beberapa bentuk, antara lain memaksimalkan peran Masjid Istiqlal sebagai jembatan Islam moderat, penumbuh kembang ekonomi umat, bahkan dapat menjadi jembatan bagi imam-imam masjid untuk go internasional. Hal itu merupakan langkah konkret pemberdayaan umat untuk kemajuan bangsa," ujar Menteri Yaqut, yang diwakilkan oleh Dirjen Kamaruddin.

Dengan banyaknya doa dan harapan yang dihaturkan pada setiap tokoh dan seluruh masyarakat Indonesia, menjadikan hal itu sebuah motivasi bagi BPMI dalam mengembangkan inovasi Masjid Istiqlal supaya bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Selamat Milad Istiqlal ke-43, Memberdayakan Umat demi Kemajuan Bangsa.

 

Pewarta: Nurul Fajriyah

Editor: Nur Khayin Muhdlor

Bagikan :
Tags: Berita

Newsletter

Subscribe to our mailing list