Memperingati Kelahiran Nabi SAW

Kelahiran Nabi Muhammad shalllallahu alaihi wasallam, memang anugerah dan hadiah terindah sekaligus terbesar bagi umat manusia dari Allah subhanahu wata'ala, yang wajib kita syukuri.

Share :
Memperingati Kelahiran Nabi SAW
Artikel

Oleh : KH. Bukhori Sail Attahiri Lc, MA (Kabid Penyelenggaraan Peribadatan BPMI)


Jakarta, www.istiqlal.or.id - Jamaah Jumat yang dirahmati Allah Subhanahu wata’ala. Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala. 

Iman dalam pengertian yaitu percaya atau yakin sepenuh hati terhadap seluruh ajaran yang dibawa oleh Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Adapun taqwa adalah kita melaksanakan segala perintah Allah subhanahu wata’ala dan kita menjauhi segala larangan-Nya. Sirran wa alaniyatan. Baik berupa keyakinan dalam hati maupun dengan perbuatan nyata. Dhâhiran wa bâtinan. Lahir maupun batin. Dilihat maupun tidak dilihat orang. Dipuji maupun tidak dipuji orang.  Marilah tetap melaksanakan apa yang diwajibkan Allah subhanahu wata’ala kepada kita. 

Wasiat tersebut bukanlah sekedar wasiat rutin yang disampaikan para khatib di mimbar Jumat, namun menurut Imam al-Haddad, dalam kitab An-Nashaih ad-Diniyyah, wasiat taqwa adalah sebagai berikut:

Artinya: "Wasiat Allah subhanahu wa ta’ala Tuhan semesta alam bagi orang-orang dahulu, sekarang maupun yang akan datang."

Semoga Allah ta’ala menerima ketaqwaan kita baik yang wajib maupun yang sunnah. Amin ya Rabbal Alamin. 

Jamaah Shalat Jumat yang dimuliakan Allah subhanahu wata’ala. Imam al-Habib Abu Bakar bin Hasan Al-Athas Azzabidi, dalam dalam bukunya berjudul "Cahaya" menyebutkan, pernah terjadi dialog antara Allah subhanahu wata'ala dengan Nabiyullah Dawud alaihissalam. 

Yaitu Nabiyullah Dawud alaihissalam bertanya kepada Allah ta’ala: "Ya Allah, nikmat apakah yang kecil di sisi-Mu?", Allah ta’ala menjawab, "Napas yang kamu hirup sehari-hari adalah nikmat yang kecil di sisi-Ku."