Kukuhkan Identitas Kolektif Umat Beragama, Mari Jaga Persaudaraan Antarsesama

KH Nasaruddin berpesan kepada khalayak untuk terus menjaga persaudaraan antarsesama, sebagaimana Allah memuliakan anak-cucu Adam.

Share :
Kukuhkan Identitas Kolektif Umat Beragama, Mari Jaga Persaudaraan Antarsesama
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Membahas Dialog Lintas Agama mengenai "Mengukuhkan Identitas Kolektif Umat Beragama", Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak masyarakat untuk saling menghormati.

Hal di atas sesuai dengan firman Allah Subhanahu wata'ala dalam QS. Al-Isra ayat 70, artinya sebagai berikut.

"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna." (QS. Al-Isra 17: Ayat 70)

Selain itu, KH Nasaruddin juga menyebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW dalam hadistnya bersabda, "Mematahkan tulang rusuk mayat sama dengan mematahkan tulang rusuk orang yang masih hidup."

Dengan kedua hal di atas, KH Nasaruddin berpesan kepada khalayak untuk terus menjaga persaudaraan antarsesama, sebagaimana Allah memuliakan anak-cucu Adam.

"Jadi firman-Nya bukan (spesifik) Allah (menyebutkan) memuliakan umat Islam, melainkan seluruh anak-cucu Adam. (Semasa hidupnya anak-cucu Adam) Allah juga melarang kita untuk menyakiti sesama," ujarnya dalam kegiatan Dialog Lintas Agama diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Pusat, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Adapun terkait fenomena fanatisme, KH Nasaruddin memaklumi hal tersebut jika dijalani berdasarkan hal yang benar. "Fanatik itu perlu, gaapa, (misalnya) mengajak jamaahnya untuk memeluk dan menjalankan agamanya."

"(Fanatik) yang tidak diperbolehkan adalah fanatik buta, (yaitu) menyatakan kebenaran hanya milik diri sendiri, (dan melihat) orang lain salah," tambah KH Nasaruddin.

Berkata hal yang serupa terkait saling menghormati antarsesama umat, Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI, Rm. Agustinus Heri Wibowo, mengatakan bahwasanya kerukunan dan persaudaraan memang harus senantiasa dijaga. Terlebih dalam hal politik, Romo berpesan untuk terus bijaksana melihat adanya perbedaan. "Adanya perbedaan pilihan politik orang lain, dihormati saja. (Karena) politik itu sementara, melainkan kerukunan persaudaraan itu selamanya."

"Laksanakan politik yang bermartabat karena politik untuk kesejahteraan dan kebahagiaan kita. Jadi harus ditempuh cara yang baik," tambah Heri.

Adapun dalam rangka menjaga kerukunan, Heri juga membagikan tipsnya, di antaranya terus membantu masyarakat melalui tempat ibadah. "Membantu masyarakat lewat tempat ibadah adalah aspek manusiawi. Bumi juga rumah kita bersama, jadi harus jaga bersama. Solidaritas sesama manusia, saling menjaga," pesannya. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: