KH Nasaruddin Raih Rekor MURI, Ada Pesan untuk Anak Bangsa

"Saya berpesan kepada anak bangsa untuk bisa menulis," tutur KH Nasaruddin.

Share :
KH Nasaruddin Raih Rekor MURI, Ada Pesan untuk Anak Bangsa
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Imam besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai penulis kolom terbanyak secara berkesinambungan. Rekor tersebut disampaikan langsung oleh Budayawan sekaligus pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana.

"Dengan bangga saya memaklumatkan bahwa rekor MURI ini sebagai rekor Dunia Indonesia, yang menggerakan penulis kolom terbanyak secara berkesinambungan dianugerahkan kepada KH Nasaruddin," ujar Jaya, dalam kegiatan Peluncuran Buku dan Doa Bersama untuk Bangsa, di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, (5/11/2021).

Anugerah tersebut disematkan kepada KH Nasaruddin atas prestasinya menulis kurang lebih 6000 artikel sejak 2008 hingga saat ini. Artikel tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui media massa, seperti media cetak ataupun online.

Menanggapi penghargaan tersebut, KH Nasaruddin menyampaikan kebahagiaannya. Dia juga berpesan kepada anak bangsa untuk mempatrikan gagasan juga karyanya melalui tulisan.

"Saya berpesan kepada anak bangsa untuk bisa menulis," tutur KH Nasaruddin.

KH Nasaruddin juga menyebutkan bahwasanya menulis adalah bagian dari tolak ukur kualitas pola pikir manusia. "Karena saat ini, banyak yang terampil ceramah (berbicara), namun menulisnya kurang. Sedangkan di luar negeri yang diukur itu bukan ceramahnya, tetapi menulisnya," tambahnya.
Adapun tulisan, bisa juga dijadikan sebagai rekam jejak hasil buah pikir seseorang. "Sepintar apapun ceramah kalau tidak ada terbitannya, itu tidak akan mendapatkan pengakuan," terang KH Nasaruddin.

Namun, di samping pentingnya menulis, KH Nasaruddin juga tetap mengakui perlunya ada keseimbangan antara menulis dan menyampaikannya melalui lisan kepada khalayak. "Kita harus mampu menyuarakan (buah pikir) berdasarkan suara, namun kita juga harus mampu untuk menulisnya."

"Kalau hanya senantiasa menulis, tapi tidak pernah tampil memberikan pencerahan kepada masyarakat secara langsung ataupun daring, itu juga nanti kurang," lanjut KH Nasaruddin.

Hal itu sesuai dengan kiprahnya KH Nasaruddin yang baru saja meliris lima bukunya, di antaranya berjudul "Menjalani Hidup Salikin", "Menyelami Seluk Beluk Makrifat", "Menelisik Hakikat Silaturahmi", "Memahami Al-Quran di Masa Post-Truth", dan "Pemberdayaan Umat Berbasis Masjid".

Peluncuran buku yang diselenggarakan Nassaruddin Umar Official (NUO), dengan tema kegiatan "Memaknai Pandemi: Ekspresi Keberagaman dan Transformasi Digital untuk Kebangkitan Ekonomi Umat", juga turut dilengkapi dengan pembacaan doa untuk bangsa secara bersama-sama yang dipimpin oleh Dr. Tuan Guru Bajang. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: