KH Nasaruddin: Jagalah Kesucian Mata Hati

"Pertahankan kejernihan mata hati kita, dengan memelihara diri dan jiwa dari hal-hal yang dapat menimbulkan bintik hitam pada hati," tambah KH Nasaruddin.

Share :
KH Nasaruddin: Jagalah Kesucian Mata Hati
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengajak seluruh pimpinan dan pegawai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) agar senantiasa menjaga kesucian hati guna menunjang kualitas selama bertugas.

"BMKG adalah lembaga 'suci' yang tugasnya membaca ayat kauniyah, ayat bisa diartikan sebagai 'tanda'. Manusia yang bisa membaca ayat makrokosmos, (pasti suci mata hatinya). Tidak mungkin orang bisa membaca isyarat (alam kehidupan) kalau kotor hatinya," ujar KH Nasaruddin, pada kegiatan Silaturahmi Pimpinan dan Pegawai BMKG ‘Menjadi ASN yang Amanah dan Berintegritas’, di Jakarta, Selasa (23/11/2021).

"Pertahankan kejernihan mata hati kita, dengan memelihara diri dan jiwa dari hal-hal yang dapat menimbulkan bintik hitam pada hati," tambah KH Nasaruddin.

Dalam rangka mempertajam mata hati, KH Nasaruddin juga menyampaikan, terdapat proses yang bisa dilewati. Seperti menjaga diri untuk terus mengonsumsi makanan dan minuman yang baik dan halal. "Tajamkan juga mata batin dengan perbanyak menunaikan ibadah yang khusyuk guna menempa hati agar bisa kembali suci."

"Selayaknya logam yang terus ditempa, dibakar, maka logam tersebut akan menjadi logam mulia, (sehingga menjadi berharga)," ungkap KH Nasaruddin.

Guna membuktikan keabsahan paparannya, KH Nasaruddin juga mencontohkan, dalam Islam, Allah memberikan mukjizat kepada Nabi-Nya agar bisa membaca tanda alam, di antaranya Nabi Sulaiman 'alaihissalam, Nabi Yusuf 'alaihissalam, dan Nabi Nuh 'alaihissalam.

KH Nasaruddin juga mencontohkan  kisah Nabi Yusuf yang Allah firmankan  dalam Al-Qur'an, Allah berfirman dalam QS.  Yusuf ayat 4 sampai 6, artinya sebagai berikut.

Artinya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.’ Ayahnya berkata, ‘Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, mereka membuat makar (untuk membinasakanmu). Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. Demikianlah Tuhanmu memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebagian dari takwil mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui Lagi Maha Bijaksana." (QS.  Yusuf: 4-6)

Dari kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam bersama ayahnya tersebut, KH Nasaruddin mengingatkan, bahwasanya pada alam-Nya ini, Allah pasti sudah membentangkan tanda-tanda untuk kita tadabburi. "Pasti alam memiliki tanda-tanda-Nya. Nabi Nuh 'alaihissalam dan Nabi Sulaiman 'alaihissalam juga Allah kehendaki untuk tahu dan dapat membaca alam," terangnya.

Atas paparan Imam Besar Masjid Istiqlal, Sekretaris Utama BMKG Dwi Budi Sutrisno berharap bahwasanya tausiah yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi seluruh pegawai agar dapat mengelola dan bekerja dengan sebaik-baiknya. "Diharapkan bisa menghasilkan hal yang diharapkan dalam menjaga keselamatan dan kesehahteraan masyarakat."

"Harapan kami, bersama kita bisa membangun BMKG untuk menghasilkan suatu jasa yang dibutuhkan masyarakat," pungkas Dwi. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Related Posts: