Imam Besar Masjid Istiqlal: Masjid Berpotensi Menjadi Wadah Pemberdayaan ZIS

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah..." (QS. At-Taubah: 18)

Share :
Imam Besar Masjid Istiqlal: Masjid Berpotensi Menjadi Wadah Pemberdayaan ZIS
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Zakat merupakan salah satu perintah Allah SWT yang termaktub dalam lima rukun Islam. Mengingat pentingnya hal tersebut, di Indonesia salah satu lembaga yang menghimpun dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah (ZIS) adalah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Peran penting lembaga zakat ini kembali ditekankan oleh mam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, ketika mengikuti acara Rapat Koordinasi Nasional Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, Selasa (2/11/2021).

"(Uniknya saat membahas zakat), pada zaman Rasulullah SAW, zakat tidak populer. Saat itu yang digencarkan adalah shodaqoh (sedekah), Al-Qur'an juga lebih memfokuskan sedekah, yang banyak dibahas adalah sedekah," ujar KH Nasaruddin dalam penyampaiannya membahas Program Pemberdayaan ZIS Masjid berbasis UPZ.

Terkait zakat pada masa kini, KH Nasaruddin mengapresiasi atas adanya terobosan yang unik, misalnya saja adanya UPZ di masjid. Hal tersebut semakin menjadi bukti bahwasanya ZIS dan masjid merupakan suatu kesatuan. "Antara zakat dan masjid tidak bisa dipisahkan."

"Sebagaimana masjid di zaman Rasulullah SAW, tercatat ada 25 peran masjid dalam hal kegunaannya sebagai segi ibadah dan sosial. Masjid pada zaman Rasulullah SAW dijadikan pusat pemberdayaan umat," papar KH Nasarruddin.

Dalam hal ZIS, masjid dinilai memiliki potensi menjadi wadah dihimpunnya dana masyarakat, untuk selanjutnya menjadi ujung tombak penyaluran dana kepada umat yang membutuhkan.

Dalam pemaparan KH Nasaruddin, masjid juga berpotensi menjadi tempat pelayanan zakat sekaligus menyediakan pembinaan bagi muzakki dan mustahik.

Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 18, artinya sebagai berikut.

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At-Taubah ayat 18)

Anjuran memakmurkan masjid, bisa direalisasikan dengan hal-hal yang bermanfaat, dan mengedukasi masyarakat tentang Islam yang rahmatan lil 'alamin. "Masjid sebagai wadah pemberdayaan ilmu (agar masyarakat khususnya umat muslim dapat) mengenal Islam dari masjid," tutup KH Nasaruddin. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: