Hikmah: Menggapai Kebahagiaan dengan Bersyukur

Melalui benih bersyukur pada diri seseorang akan tumbuh sifat-sifat mulia lainnya, seperti ikhlas, tawakal, qanaah, dan sabar.

Share :
Hikmah: Menggapai Kebahagiaan dengan Bersyukur
Artikel

Oleh : Tim Redaksi 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Bersyukur adalah kunci untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup. Saat kita berterima kasih atas segala hal yang telah kita miliki, termasuk hal-hal kecil sekalipun, kita secara otomatis membuka pintu menuju perasaan bahagia yang lebih dalam. 

Orang yang bersyukur, pada hakekatnya mengikatkan dirinya dengan pihak lain dalam hal ini adalah Allah SWT, dengan kemauan yang kuat menggunakan nikmat dengan sebaik-baiknya, semisal ketika bersyukur dengan umurnya maka ia gunakan nikmat umur dengan sebaik-baiknya, bersyukur terhadap hartanya, maka dia gunakan harta dengan sebaik-baiknya mulai dari pencariaannya, dan penggunaaanya begitupun bersyukur dengan jabatannya, maka akan gunakan jabatannya sebagai ladang amanah kebaikan. 

Karena melalui benih bersyukur pada diri seseorang akan tumbuh sifat-sifat mulia lainnya, seperti ikhlas, tawakal, qanaah, dan sabar, pula sebaliknya, manusia yang tidak bersyukur akan memunculkan sifat negatif yang merugikan, baik untuk dirinya pribadi maupun terhadap lingkungan sosialnya, seperti putus asa, buruk sangka, iri, hasad, dan sombong. 

Dampak orang yang bersyukur dari sudut pandang psikologis tidak lepas dari hakekat makna dasar bersyukur itu sendiri, dan beberadaan manusia yang tidak bisa lepas di unsur lahir dan batinnya. 

Mengutip pandangan Ar-Raghib Al-Isfahani salah seorang pakar bahasa al-Qur’an dan penulis buku Al-Mufradat fi Gharib AlQuran yang fenomenal, Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata “syukur” mengandung arti “gambaran dalam benak tentang nikmat dan menampakkannya ke permukaan.” 

Lebih lanjut, kata ini menurut ulama berasal dari kata “syakara” yang berarti “membuka” sehingga ia merupakan lawan dari kata “kafara” (kufur) yang berarti menutup (salah satu artinya adalah) melupakan nikmat dan menutup-nutupinya. 

Berikut beberapa cara di mana bersyukur dapat membawa kebahagiaan dalam hidup: 

• Mengubah fokus: Bersyukur membantu kita untuk mengubah fokus dari hal-hal yang kurang dalam hidup kita menuju halhal yang sudah kita miliki. Ini membantu mengurangi perasaan kekurangan dan meningkatkan rasa kaya dalam hidup. 
• Membuat kita lebih sadar akan keberkahan: Ketika kita bersyukur, kita lebih sadar akan berkah yang telah kita terima dalam hidup. Hal ini membuat kita lebih menghargai setiap momen dan pengalaman yang kita alami. 
• Meningkatkan kepuasan: Orang yang bersyukur cenderung merasa lebih puas dengan hidup mereka. Mereka lebih mampu melihat kebahagiaan dalam hal-hal sederhana dan merasa lebih puas dengan apa yang mereka miliki. 
• Mengurangi stres dan kecemasan: Bersyukur membantu mengurangi stres dan kecemasan karena membantu kita untuk lebih fokus pada hal-hal positif dalam hidup kita daripada hal-hal yang membuat kita cemas. 
• Meningkatkan kualitas hubungan: Orang yang bersyukur cenderung lebih baik dalam membangun dan memelihara hubungan yang sehat dengan orang lain. Mereka lebih mampu menghargai kontribusi dan dukungan yang diberikan oleh orang lain dalam hidup mereka. 
• Mendorong untuk berbuat lebih baik: Ketika kita bersyukur atas apa yang telah kita terima, kita juga merasa terdorong untuk berbagi kebaikan dengan orang lain. Ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi kita dan orang lain di sekitar kita. 

Peran bersyukur ini sangat penting dalam membawa kebahagiaan dalam hidup kita. Dengan mengembangkan sikap bersyukur, kita dapat merasakan kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup seharihari. 

Orang yang bersyukur akan meningkatkan nilai kebahagian dalam hidupnya, orang yang bahagia, maka akan memancarkan energi positif bagi dirinya dan orang lain. Ketika energy positif mendominasi, maka akan menambah kebaikan dan kemanfaatan. Wallahu álam bisshawab.

Tags :

Related Posts: