BPMI dan Institut Leimena Kolaborasi Langsungkan Diskusi Internasional, Bahas Islamfobia dan Antisemitisme di Dunia

Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Institut Leimena, menyelengarakan kegiatan International Panel Discussion di ruang Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, (3/5/2023).

Share :
BPMI dan Institut Leimena Kolaborasi Langsungkan Diskusi Internasional, Bahas Islamfobia dan Antisemitisme di Dunia
Berita

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) bersama Institut Leimena, menyelengarakan kegiatan International Panel Discussion (Cross-Cultural Religious Literacy Series), dengan mengusung tema "Islamophobia and Antisemitism In The World", di ruang Aula Al-Fattah Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, (3/5/2023).

"Agama dan kultur apapun, semua bertujuan untuk menciptakan kualitas insani manusia yang lebih sejahtera, rukun, dan damai," ujar Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, ketika menyampaikan kata kunci pembicaraan secara virtual.

Dalam pemaparannya KH Nasaruddin Umar juga menegaskan, sudah seharusnya Islam dan agama lain merapatkan barisan untuk menciptakan suatu kebersamaan guna mencapai tata dunia yang damai dan harmonis.

"Teologi yang menekankan perbedaan bahkan kebencian sudah harus kita tinggalkan, kita harus ganti dengan teologi cinta," lanjutnya.

Acara yang dihadiri lapisan undangan masyarakat ini turut dibuka oleh Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI) Dr. KH. Ahmad Thib Raya, MA., dan Direktur Eksekutif Institut Leimena Dr. Matius Ho.

Bahasan tuntas yang menginspirasi mengenai "Islamophobia and Antisemitism In The World" turut dipaparkan oleh sejumlah narasumber internasional dari lintas agama, di antaranya Mantan Menteri Luar Negeri RI Dr. Alwi Shihab, Direktur Hubungan Muslim dan Yahudi Dr. Ari Gordon, dan Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR) H.E Yuyun Wahyuningrum.

"Seorang penganut agama, baik Islam, Kristen atau agama lainnya, harus mengacu pada prinsip dasar agamanya. (Misalnya) kita muslim, ada dua hal prinsip dasar agama, yaitu kitab suci Al-Qur'an dan As-sunnah (keteladanan Nabi Muhammad SAW)," ujar Dr. Alwi.

Dia juga berpesan, sebagai pemeluk agama Islam, kita perlu melengkapi diri dengan kompetensi pengetahuan terkait agama sehingga saat berinteraksi dengan orang lain, kita kembali sebagaimana yang Allah subhanahu wata'ala terapkan dalam Al-Qur'an dan yang sudah diteladankan oleh Rasulullah SAW.

"Sehingga saat kita berinteraksi dengan orang lain, kita tahu bahwa agama kita mengajarkan hal demikian (terkait aturan) dan kita juga jadi tahu bahwa Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan hal-hal indah dalam interaksi bersama orang lain," sambung Dr. Alwi.

Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Ali ‘Imran Ayat 64,

قُلْ يَٰٓأَهْلَ ٱلْكِتَٰبِ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَآءٍۭ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا ٱللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِۦ شَيْـًٔا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُولُوا۟ ٱشْهَدُوا۟ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Artinya: Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. Ali Imran ayat 64)

Membahas persoalan pokok yang eksis dibahas masyarakat masing-masing negara, kegiatan ini juga  dihadiri oleh para kedutaan besar dari beragam negara dengan penuh antusias dan saksama.

Saksikan materi lengkap terkait di sini (https://www.youtube.com/live/C6sflj8XQQk?feature=share) (DWWA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Related Posts: