Adab: Kunci Bahagia dan Kesuksesan Hidup

Semoga dengan menjalankan adab dalam kehidupan sehari-hari kita dapat meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki.

Share :
Adab: Kunci Bahagia dan Kesuksesan Hidup
Artikel

Oleh: Dr. Abdul Rosyid TDH, M.Pd


Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kajian Dzuhur yang dipimpin oleh Dr. Abdul Rosyid TDH, M.Pd dengan bahasan Adab: Kunci Bahagia dan Kesuksesan Hidup “Siapakah orang yang paling bahagia? Orang yang membuat orang lain bahagia”, menyajikan pencerahan mengenai kepentingan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kajiannya, beliau membacakan kitab Adabul Insan Fil Islam dan mengajak untuk merenung, sejauh mana adab dapat memengaruhi kualitas hidup kita.

Pentingnya adab bagi kehidupan sebenarnya mencakup tiga aspek utama. Pertama, adab membantu umat manusia dalam menjaga iman dengan memelihara keyakinan kepada Yang Maha Besar, yaitu Allah Subhanahu wa Ta'ala. Iman juga menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah penutup risalah menjadi titik fokus dalam kehidupan keimanan kita.

Aspek selanjutnya dalam konteks syariat muamalah dan fiqih, sebagaimana adab dapat membantu umat manusia untuk menjaga cara beribadah sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Hal ini memastikan agar pelajaran agama tidak hanya menjadi mata pelajaran sekunder akan tetapi diintegrasikan sebagai bagian utama dalam kehidupan sehari-hari.

Yang ketiga adalah adab dalam tasawuf yang mencirikan manusia sebagai makhluk istimewa. Manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain terutama dalam kemampuannya untuk bertemu langsung dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana yang dialami oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ketika malaikat bertanya kepada Allah mengenai keistimewaan manusia, Allah SWT menjawab bahwa Dia lebih mengetahui apa yang telah Dia ciptakan. Ini menegaskan bahwa setiap individu hadir di muka bumi dengan proses penciptaan yang unik.

Pendidikan agama menjadi tema sentral dalam kajian ini. Dr. Abdul Rosyid menyoroti kurangnya waktu yang dialokasikan untuk pembelajaran agama di lingkungan sekolah. "Hanya dua jam per pekan yang diperuntukkan untuk Pendidikan Agama Islam, padahal keberagaman materi yang diajarkan sangat luas dan mencakup aspek kehidupan sehari-hari."

Dalam konteks kebahagiaan, Dr. Abdul Rosyid menyoroti tiga hal yang dapat diperoleh ketika seseorang menjalankan agamanya dengan baik. Pertama, kehidupan yang baik di mana kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tidur dan hiburan dapat terpenuhi dengan baik.

Kedua, hidup beruntung yang bukan hanya sebatas keberuntungan duniawi tetapi juga mendapatkan keberuntungan dari aspek spiritual. Keuntungan ketiga adalah kebahagiaan yang tercermin dari perilaku dan akhlak baik seseorang.

Dr. Abdul Rosyid menjelaskan bahwa orang bahagia cenderung memberikan kebahagiaan kepada orang lain. Bahkan, dalam kesehariannya Dr. Abdul Rosyid mengajak jamaah untuk selalu saling menyapa dengan senyuman setelah menyelesaikan shalat.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ ذَلُوْلًا فَامْشُوْا فِيْ مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِنْ رِّزْقِهٖۗ وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Artinya: "Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu dalam keadaan mudah dimanfaatkan. Maka, jelajahilah segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Hanya kepada-Nya kamu (kembali setelah) dibangkitkan."

ءَاَمِنْتُمْ مَّنْ فِى السَّمَاۤءِ اَنْ يَّخْسِفَ بِكُمُ الْاَرْضَ فَاِذَا هِيَ تَمُوْرُۙ

Artinya: "Sudah merasa amankah kamu dari Zat yang di langit, yaitu (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh-Nya bersama kamu ketika tiba-tiba ia terguncang?"

(QS. Al-Mulk [67]:15 s.d. 16)

Kajian ini menciptakan refleksi mendalam tentang bagaimana adab melalui ketertiban dan pendidikan agama dapat membentuk dasar kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidup. Adab bukan hanya sebatas norma-norma sopan santun melainkan kunci utama dalam membina hubungan baik dengan Allah SWT sesama manusia dan lingkungan sekitar.

Semoga dengan menjalankan adab dalam kehidupan sehari-hari kita dapat meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang hakiki. Kajian selengkapnya silakan simak di sini. (ZAHRA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: