24 Agustus 1961 Pemancangan Tiang Pertama Masjid Istiqlal

60 tahun yang lalu tepat pada peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW, 24 Agustus 1961, diselenggarakan upacara pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal.

Share :
24 Agustus 1961 Pemancangan Tiang Pertama Masjid Istiqlal
Artikel

Jakarta, www.istiqlal.or.id - 60 tahun yang lalu tepat pada peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW, 24 Agustus 1961, Presiden Soekarno menyelenggarakan upacara pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal.

Peringatan itu tercatat menjadi hal yang bersejarah bagi umat muslim di Indonesia, karena upacara pemancangan tiang pertama masjid  menjadi peristiwa awal dimulainya pembangunan masjid negara, yaitu disepakati dengan nama Istiqlal, diambil dari padanan kata dalam bahasa Arab yang berarti kemerdekaan.

Dikutip dari buku Selayang Pandang Masjid Istiqlal, peristiwa pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal juga mendapat sambutan positif dari masyarakat luas. 

Diperkirakan terdapat 50.000 orang dari segenap lapisan masyarakat, seperti pegawai negeri, alim ulama, militer, umat muslim dari Jakarta dan luar kota Jakarta, atau insan swasta lainnya, ikut serta bekerja bakti membersihkan perintang-perintang yang ada di bekas Benteng Frederik Hendrik, untuk selanjutnya menjadi tempat dibangunnya masjid negara, yaitu Masjid Istiqlal.

Dalam pembongkaran benteng itu, panitia pembangunan Masjid Istiqlal mendapat bantuan sepenuhnya dari Angkatan Darat, sehingga jelas adanya integrasi ABRI dengan rakyat, di mana Badan Kerja Sama Militer dan Alim Ulama merupakan sponsor utamanya.

Alasan Dibangun Masjid Istiqlal

Sebagai masjid negara, Masjid Istiqlal dibangun sebagai wujud rasa syukur kepada Allah subhanahu wata'ala atas kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Semangat dibangunnya Masjid Istiqlal juga didasari pada keinginan membangun sebuah masjid bertaraf nasional bahkan internasional, dan sekaligus dapat dijadikan identitas dari mayoritas umat Islam di Indonesia.

Ide yang secara konkret digagas oleh Menteri Agama KH Wahid Hasyim dan Anwar Tjokroaminoto pada 1950, pada tahun yang sama, 200 sampai 300 tokoh umat Islam berkumpul di bawah kepemimpinan KH Taufiqurrahman untuk membentuk suatu susunan pengurus Yayasan Masjid Istiqlal dengan H Anwar Tjokroaminoto sebagai ketuanya.

Selain proses upacara pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Istiqlal pada 24 Agustus 1961, pembangunan Masjid Istiqlal juga melalui banyak proses. Diantaranya pengesahan Panitia Yayasan Masjid Istiqlal, penentuan lokasi Masjid Istiqlal, diangkatnya Ir. Soekarno sebagai Kepala Bagian Teknik, dibentuknya Dewan Juri untuk menilai sayembra maket Masjid Istiqlal, sampai disepakatinya pemenang sayembara yaitu maket karya arsitek F. Silaban dengan sandi Ketuhanan pada 5 Juli 1955.

Proses pembangunan yang terjadi dalam kurun waktu 17 tahun, pada 22 Februari 1978, akhirnya Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto, dan sampai saat ini Masjid Istiqlal kokoh menjadi kebanggaan seluruh Masyarakat Indonesia. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Tags :

Related Posts: