Foto: Dok. Media Istiqlal

Renungan Fajar Istiqlal: Enam Sunnah Rasulullah Saw yang Dianjurkan Dihidupkan di Bulan Ramadhan

Administrator 06 Mar 2026 Warta Istiqlal

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Renungan Fajar di Masjid Istiqlal, KH. Hasanudin Sinaga, menyampaikan kajian dengan tema menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah Saw di bulan suci Ramadhan. 

Dalam khazanah ulum al-hadis, para ulama memiliki pandangan mengenai istilah hadis dan sunnah. Ada yang mempersamakan keduanya. 

Dalam penyampaiannya, KH. Hasanudin menjelaskan bahwa sebagian ulama lain membedakan hadis. Hadis merujuk pada segala ucapan, perbuatan, ketetapan, dan sifat Nabi Muhammad Saw setelah beliau diangkat menjadi rasul. Sementara sunnah mencakup seluruh hal yang berkaitan dengan Nabi muhammad Saw, baik sebelum maupun sesudah beliau diangkat menjadi rasul.

KH. Hasanudin Sinaga menekankan bahwa banyak sunnah Rasulullah Saw di bulan Ramadhan. Namun, minimal ada enam amalan yang bisa dijadikan target untuk di istiqomahkan. 

1. Menghidupkan Salat Berjamaah

Salah satu sunnah besar yang sangat dianjurkan adalah shalat berjamaah di masjid. Rasulullah Saw dikenal sangat menjaga pelaksanaan shalat berjamaah dan hampir tidak pernah meninggalkannya kecuali karena uzur.

Allah SWT berfirman:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ

Artinya: “Tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk” (QS. Al-Baqarah [2]:43)


 

Bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk membiasakan diri menjaga shalat berjamaah. Jika di luar Ramadan terasa berat, maka pada bulan suci ini umat Islam didorong untuk menjadikannya sebagai kebiasaan yang istiqamah.

2. Menghidupkan Qiyamullail

Amalan berikutnya adalah qiyamullail, yaitu shalat malam yang dilakukan setelah shalat Isya hingga menjelang fajar. Tarawih yang dilaksanakan pada malam Ramadan juga termasuk bagian dari qiyamullail.

Rasulullah Saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu yang paling utama untuk qiyamullail adalah pada sepertiga malam terakhir, saat doa-doa lebih mudah dikabulkan. Namun, bagi yang belum mampu bangun di waktu tersebut, melaksanakan tarawih setelah Isya sudah termasuk dalam amalan qiyamullail.

3. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an

Ramadhan juga dikenal sebagai bulan Al-Quran. Karena itu, memperbanyak membaca Al-Quran menjadi salah satu sunnah yang sangat dianjurkan.

Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)” (Qs. Al- Baqarah [2]: 185)

Banyak kaum Muslimin yang menargetkan membaca satu juz setiap hari agar dapat mengkhatamkan Al-Quran selama Ramadan. Kebiasaan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan seorang hamba dengan kitab suci yang menjadi petunjuk hidup.

4. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah Saw dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin meningkat pada bulan Ramadan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, disebutkan bahwa: "Rasulullah adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya."

Kedermawanan Rasulullah Saw bahkan diibaratkan seperti angin yang berhembus cepat, menandakan betapa luas dan cepatnya beliau dalam memberi. Hal ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk memperbanyak sedekah selama Ramadan.

5. Berbuat Baik kepada Keluarga

Menghidupkan sunnah Rasulullah Saw juga berarti memperbaiki hubungan dengan keluarga. Sikap lembut, perhatian, dan kasih sayang kepada keluarga merupakan akhlak yang sangat ditekankan dalam Islam.

Rasulullah Saw bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.”(HR. Tirmidzi)

Bulan Ramadhan menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap keluarga, baik melalui perhatian, kebaikan sikap, maupun berbagi rezeki kepada mereka.

6. Menambah Ilmu Agama

Selain memperbanyak ibadah, Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk menuntut ilmu. Menghadiri majelis ilmu, mengikuti kajian di masjid, dan mempelajari ajaran Islam merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas keimanan.

Allah SWT berfirman dalam Qs. Al- Mujadalah[58]: 11) : 

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

Artinya: “Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat”(QS. Al-Mujadalah[58]: 11)

Melalui majelis ilmu, umat Islam tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperdalam pemahaman terhadap ibadah yang dijalankan.

Dengan menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah Saw seperti shalat berjamaah, qiyamullail, tilawah Al-Quran, bersedekah, berbuat baik kepada keluarga, serta menuntut ilmu, Ramadan diharapkan menjadi momentum peningkatan kualitas diri.

Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebuah madrasah spiritual yang membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut secara istiqamah, diharapkan setiap Muslim dapat keluar dari Ramadhan dengan membawa perubahan menuju pribadi yang lebih baik dan meraih predikat muttaqin. 

(VISCHA/ HUMAS & MEDIA MASJID ISTIQLAL)




 

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.