Jakarta, www.istiqlal.or.id - Tahun ini pelaksanaan shalat Iduladha 1447 Hijriah tingkat kenegaraan kembali dilaksanakan di Masjid Istiqlal, pada Rabu, 27 Mei 2026. Bertindak sebagai khatib, yaitu Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D, dengan tema “Meneguhkan Spirit Qurban: Merawat Alam dan Kemanusiaan”.
Merujuk pada laman resmi pddikti.kemdiktisaintek.go.id, Prof. H. Hamdan Juhannis, MA., Ph.D, lahir pada 31 Desember 1970 dan tumbuh di tengah keluarga sederhana di Desa Mallari, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Sejak Prof. Hamdan belia, sang ibu berjuang seorang diri membesarkan empat anak, bekerja sebagai penenun kain sarung sutra demi menopang kehidupan keluarga karena Ayahanda telah meninggal dunia.
Keterbatasan ekonomi saat itu tidak memadamkan semangat Prof. Hamdan untuk menempuh pendidikan. Ia tumbuh dengan tekad kuat untuk mengubah nasib melalui pendidikan setinggi mungkin. Selama sekolah, ia pernah berjualan roti, dan saat kuliah sambil bekerja sebagai buruh bangunan untuk membiayai kebutuhan hidup dan perkuliahan.
Perjuangan itu kemudian membuahkan hasil. Pada 1993, Prof. Hamdan berhasil meraih gelar doktorandus (S1) dari UIN Alauddin Makassar. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui beasiswa, hingga menempuh studi magister di McGill University, Montreal, Kanada, dan meraih gelar doktor (PhD) di Australian National University (ANU), Canberra.
Ketekunan dan prestasinya membuat Prof. Hamdan Juhannis berhasil menapaki karier akademik yang gemilang. Ia diangkat sebagai dosen pada 1996 di kampus almamaternya dan kemudian dipercaya menjadi Guru Besar Sosiologi di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar.
Perjalanan panjangnya di dunia pendidikan mengantarkan Prof. Hamdan pada posisi strategis. Ia resmi menjabat sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2019–2023, setelah dilantik pada 23 Juli 2019. Kemudian, pada 11 Agustus 2023, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali melantiknya untuk periode kedua 2023–2027.
Saat ini, ia juga menyandang pangkat Pembina Utama Madya dalam jabatan fungsional akademik. Perjalanan hidupnya menjadi contoh nyata bahwa latar belakang sederhana bukan penghalang untuk meraih prestasi akademik dan kepercayaan publik di tingkat nasional.
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.