Foto: Dok. Media Istiqlal

Nuzulul Qur'an: Masjid Istiqlal Jadi Jembatan Peradaba

Administrator 10 Mar 2026 Warta Istiqlal


 


 

Jakarta, www.istiqlal.or.id - Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) menyelenggarakan peringatan Nuzulul Qur'an bertema  'Jembatan Peradaban Harmoni', di Lantai Utama Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (9/3/2026).


 

"Nuzulul Qur'an mengingatkan kita bahwa salah satu agama yang paling cepat berkembang di dunia adalah Islam, itu karena Al Qur'an,” ujar Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar, dalam sambutannya.


 

KH Nasaruddin juga mengajak jamaah merenungkan sejarah dan dinamika penyebaran Islam. “Bahwa ikatan budaya Tionghoa dengan Nusantara telah lama ada dan menjadi bagian dari warna bangsa,” terangnya.


 

Di tengah gemuruh kota, momentum Nuzulul Qur’an ini diposisikan sebagai ruang di mana nilai-nilai Al-Qur'an dipahami bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai ruh yang merekatkan keberagaman dan memperkuat peradaban bangsa.


 

Ketua Panitia Nuzulul Qur'an Masjid Istiqlal sekaligus Wakil Kepala Bidang Peribadatan Mas'ud Halimin, menjelaskan tema yang diusung tersebut diyakini bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan peradaban, tradisi dan budaya.


 

"Kita berharap nilai-nilai Al Qur'an bisa menjadi semangat dan ruh yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara peradaban yang besar,” papar Mas’ud.


 

Dalam kegiatan ini, panitia meluncurkan program besar wakaf mushaf Iluminasi Tionghoa, sejumlah  3.200 mushaf dari target 100.000 mushaf, untuk dibagikan ke seluruh pelosok negeri, berkolaborasi dengan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.


 

Kolaborasi ini, papar Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia Serian Wijatno, benar-benar menerapkan makna lintas kebudayaan dan menjadi wujud nyata jembatan. "Peringatan Nuzulul Qur'an malam ini memperlihatkan bahwa Al Qur'an mampu melewati batas-batas perbedaan dan menjadi jembatan peradaban harmoni lintas kebudayaan, termasuk kebudayaan muslim Tionghoa dan Nusantara.”


 

Selain diskusi dan malam puncak Nuzulul Quran di Lantai Utama, peringatan ini juga menampilkan seni lukis pasir yang mengisahkan relasi budaya Tionghoa dan Nusantara — sebuah karya visual yang memberi ruang tafakur, hikmah, dan refleksi tentang bagaimana kebudayaan dan agama dapat bersinergi membangun persatuan.


 

Dalam kesempatan ini, turut hadir para pemangku pemerintah dan tokoh bangsa, antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mewakili Wakil Gubernur DKI, serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim (mewakili Gubernur DKI).

Di pelataran Masjid Istiqlal, jamaah tampak antusias; banyak yang berswafoto memegang mushaf Iluminasi Tionghoa sebagai simbol harapan bersama. Nuzulul Qur'an kali ini bukan sekadar peringatan ritual—ia menjadi deklarasi bahwa wacana keagamaan dapat menjadi jembatan peradaban yang merangkul seluruh lapisan bangsa. (FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.