Foto: Dok. Media Istiqlal

Mimbar Ramadhan: Peran Perempuan dalam Menjaga Kemurnian Islam

Administrator 12 Mar 2026 Warta Istiqlal

Hj. Amany Lubis, dalam ceramahnya yang bertajuk "Peran Perempuan dalam Periwayatan Hadis", beliau menegaskan bahwa sejarah Islam tidak hanya dibangun oleh kaum laki-laki, melainkan juga oleh ketelitian dan kecerdasan para perempuan mulia (shahabiyat).

Islam sejak awal kehadirannya telah menghapuskan sekat diskriminasi dalam menuntut ilmu. Hj. Amany Lubis menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus bagi kaum perempuan untuk mendalami aqidah, syariat, dan akhlak. Beliau mengutip permintaan para perempuan di zaman Nabi:

“Wahai Rasulullah, tolong khususkan bagi kami untuk belajar langsung kepada Baginda Rasulullah agar ilmu, iman, serta ketakwaan kita sama dengan yang laki-laki.”

Hal ini sejalan dengan ayat Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ  

Artinya: “Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. An-Naḥl [16]:97)

Dalam khazanah ilmu hadis, kesepakatan ulama (ijma) menyatakan bahwa riwayat yang dibawakan oleh perempuan memiliki derajat hukum yang setara dengan laki-laki. Hj. Amany Lubis menekankan bahwa syarat menjadi perawi bukan berdasarkan gender, melainkan sifat adil (beriman) dan dabt (ketelitian hafalan/tulisan).

Beliau menyoroti peran sentral Sayyidah Aisyah binti Abi Bakar RA, Ummul Mukminin yang meriwayatkan lebih dari 2.200 hadis. “Sayyidah Aisyah bukan hanya perawi, beliau adalah seorang dokter dan intelektual besar. Rasulullah SAW pernah bersabda: 'Ambillah setengah dari agamamu dari al-Humaira (Aisyah) ini',” jelasnya. 

Tak hanya Aisyah, peran Hafsah binti Umar RA juga sangat krusial. Al-Qur'an yang kita baca hari ini tidak lepas dari jasa beliau yang menyimpan dan menjaga naskah-naskah asli wahyu (Mushaf Hafsah) sebelum dibukukan secara massal di era Khalifah Utsman bin Affan.

Hj. Amany Lubis menegaskan bahwa Islam memberikan beban tanggung jawab yang setara bagi laki-laki dan perempuan dalam menjaga pilar keluarga dan masyarakat. Hal ini disandarkan pada hadis masyhur Rasulullah SAW:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالْأَمِيرُ رَاعٍ

Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pemimpin adalah pemimpin atas rakyatnya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

 "Laki-laki bertanggung jawab atas iman dan takwa keluarganya, demikian pula perempuan bertanggung jawab atas iman, takwa, serta kesejahteraan lahir batin bagi anggota keluarganya dan masyarakat,” pungkasnya. 

Menutup ceramahnya, Hj. Amany Lubis membawa jemaah pada perenungan mendalam mengenai keberadaan kita di fase kedua bulan suci Ramadhan, yakni fase magfirah (ampunan). Beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa dengan terus memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

(TANZA/Humas dan Media Masjid Istiqlal)

Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal

Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.

Punya Pertanyaan Seputar Islam?

Sampaikan keraguan Anda kepada tim Fatwa Center Masjid Istiqlal untuk mendapatkan penjelasan berbasis dalil yang menenangkan hati.