Jakarta, www.istiqlal.or.id - Kedutaan Besar Uni Emirate Arab (Kedubes UEA) menyumbang Rp1.59 Miliar kepada Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) yang diperuntukan untuk takjil sejumlah 29.900 menu berbuka puasa untuk jamaah Masjid Istiqlal selama lima hari, terhitung sejak Jumat hingga Selasa, (6 s.d. 10 Maret 2026). Takjil tersebut diserahkan secara simbolik, di Selasar Arrazak Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/3/2026).
Pemberian ini merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian UEA terhadap kegiatan kemanusiaan dan amal yang tercermin dalam program-programnya yang bermanfaat. "Di bidang hubungan kemanusiaan, kerjasama UEA dan Indonesia didasarkan pada prinsip bersama, terutama pada warisan kemanusiaan UEA yang murni dan gotong royong Indonesia yang mewujudkan kerjasama timbal balik di amal sosial," ujar Kepala Bagian ASEAN di UEA Matar Ali Al Mansouri, mewakili Dubes UEA HE Abdulla Salem Aldhaheri, dalam sambutannya.
"Pertemuan kita hari ini mencerminkan nilai-nilai luhur yaitu persaudaraan Islam dan solidaritas sosial yang merupakan nilai-nilai penting diperkuat oleh bulan suci Ramadhan, termasuk di antaranya kerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan serta kasih sayang dan cinta kebaikan kepada sesama muslim," lanjut Matar Ali Al Mansouri.
"Terima kasih dan pengharagaan kepada BPMI atas kerjasamanya dengan kedutaan UEA di Jakarta yang akan diselenggarakan 5 hari ke depan, dengan partisipan sekitar 30 ribu orang yang berbuka puasa," tegasnya.
Mengenai sumbangan takjil yang diberikan untuk berbuka puasa para jamaah, Ketua Amaliah Ramadhan yang juga Kabid Penyelenggara Peribadatan BPMI KH Bukhori Sail Attahiri, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada UEA.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada negara UEA yang diwakili oleh Kedubes UEA untuk Indonesia yang berlokasi di Jakarta, khususnya Dubes HE Abdulla Salem Aldhaheri, terima kasih banyak atas sumbangannya yang diberikan untuk kita dapat berbuka puasa di Masjid Istiqlal," papar KH Bukhori.
KH Bukhori juga mendoakan semoga negara UEA semakin kuat, maju, aman sentosa, begitu juga dengan Indonesia. "Semoga puasa kita juga diterima oleh Allah subhanahu wata'ala."
Kegiatan simbolis ini kemudian ditutup dengan doa oleh Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat KH Abu Hurairah Abd. Salam, dan kajian menjelang berbuka oleh Imam Rawatib Masjid Istiqlal Ahmad Muzakkir Abdurrahman.
(Humas dan Media Masjid Istiqlal)
Dapatkan informasi seputar masjid istiqlal
Ikuti channel kami di WhatsApp untuk update kegiatan, pengumuman, dan informasi penting.